Adekku Bagian Satu….

Dua minggu di rumah, kumpul bersama keluarga…awalnya biasa-biasa saja. Bahkan awalnya saya merasa sama saja antara rasanya tinggal sendiri di Jakarta dan di rumah di kampung, mungkin ini dikarenakan sudah hampir  4 tahun saya tinggal di Jakarta dan kebiasaan mudik pas lebaran…jadi rasanya tidak seperti tahun pertama saya tinggal di Jakarta…yang jujur sajja rasanya berat banget waktu itu. Dan ini dirasakan oleh adik saya yang tahun ini baru masuk kuliah, setiap saya telfon dia bilang pengin pulang,,,yah itu wajar sajja..alhamdulillaah pas lebaran kami semua bisa kumpul bareng secara lengkap…

Kami termasuk keluarga berencana, yang sesuai dengan program pemerintah yang “cukup dua saja”, awalnya ibu memang penganut KB benar, sampai akhirnya saya dan adek saya, Laila Nurbarkah, berhasil membujuk ibu untuk membuat adek lagi…tapi ketika calon adek kami baru berumur dua bulan dalam kandungan, ibu keguguran, kata dokter rahim ibu sudah lemah karena sudah lebih dari kepala empat, jadi harus benar dijaga, dan waktu itu kami kurang memahami, jadi ibu super kami tetap kami biarkan menjalankan aktivitasnya yang luar biasa seperti biasa, seperti berjalan kaki ke sekolah dan sebagainya…padahal kami pun sudah “riweuh” ngasi nama buat calon anggota keluarga baru kami.. tapi di luar itu semua, insyaAlloh ini yang terbaik untuk kami…yang penting kami sudah berusaha…jadi keluarga kami tetap beranggotakan empat saja…tapi sudah bukan penganut KB  benar lagi…hehe…

Eh, jadi cerita keluarga….gak papa ya…sebenernya saya pengin menceritakan sebuah cerita yang sederhana, yang mampu menyadarkan saya bahwa ternyata rasanya tetap berbeda, antara sendiri merantau di Jakarta dan di Kampung bersama keluarga dan rasa itu lebih terasa saat kebersamaan itu sudah tidak lagi ada…saat satu persatu personil kami berkurang…dulu sih biasanya hanya saya yang meninggalkan mereka, tapi sekarang kami yang ditinggal adek lebih dulu, karena adek harus masuk kuliah lebih dahulu…

Kangen..rindu..pada adek…

Karena Adek itu ternyata adalah orang yang paling peka dalam keluarga kami…

Ternyata Adek adalah orang yang paling perhatian dan paling tau kebiasaan kami sekeluarga…

Sedangkan kakak yang tidak peka ini, baru tau jika adek adalah orang yang paling peka….

Karena kakak yang cuek ini, bahkan tidak faham dan tidak hafal kebiasaan bapak, ibu, adek, bahkan kalianlah yang sepertinya lebih mengenal kakak yang super cuek ini lebih dari dirinya sendiri…

Cerita inilah yang pertama kali menyadarkan saya bahwa adek ternyata begitu berbeda begitu istimewa…dari dulu, saya selalu nganggep adek anak kecil…tapi kini adekku sudah dewasa…pemikiran dan perhatiannya pada keluarga sungguh luar biasa…kakak yang super cuek ini pun ngaku kalah deh..dan akan berusaha belajar dari adek…sesuai dengan motto kita, bahwa belajar itu tidak memandang usia, yang penting adalah apa yang disampaikannya…betul..betul..betul…maka kita bisa bisa belajar dari siapa sajja..

Ceritanya begini…pas kami sekeluarga mau berbuka puasa, cuma bapak yang ndak ikut karena belum datang dari mesjid, saya hanya berfikir saya sudah dapet piring sendiri, ibu pun begitu…di rak sebenernya masih ada piring…tapi tinggal piring2 warna cokelat…kami hanya punya piring 2 warna, putih dan cokelat…yang biasa kami pake untuk makan itu yang warna putih, yang cokelat biasa kami pake untuk nyimpen makanan suguhan untuk tamu walaupun kadang2 kalo saya sih gak keberatan pake piring warna cokelat buat makan kalo yang putih ndak ada yang bersih. Nah, saya asik ajja dengan keadaan seperti itu, bahkan saya terus disibukkan dengan makanan yang ada untuk disantap…tapi adekk langsung ngeuh dengan keadaan seperti itu…sambil bilang ”teh, piring putih ndak ada di rak y?bapak ndak suka lo teh pake piring cokelat, bapak tu sukanya pake piring putih…sambil berjalan ke tempat cuci piring, bersihin piring2 putih buat disimpen di rak, untuk bapak”…subhanalloh..adekk..sepintas mungkin terlihat sederhana, hal kecil yang tidak pernah saya menyempatkan diri untuk memperhatikannya..tapi adekk….sungguh benar2 perhatian….mengingat itu saya makin kangen pada adek….

Adek, sungguh engkau sudah beranjak dewasa…

Semoga Alloh SWT selalu memberikan perlindungan dan pertolonganNya dimanapun engkau berada….

Teteh sayang adek….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s